Kategori: Citra Digital

Dasar Statistik

Dalam pengolahan citra digital, terdapat beberapa dasar statistik yang sering digunakan. Dasar-dasar statistik yang digunakan dalam penelitian ini dijelaskan pada subbab berikut: Nilai Rata-rata Nilai rata-rata atau mean dari sebuah vektor X dengan jumlah n elemen dirumuskan sebagai persamaan berikut: Varian dan Standar Deviasi Nilai varian dari suatu vektor X dengan n buah elemen dapat dicari dengan persamaan: Sedangkan nilai akar dari varian disebut standar deviasi: Kovarian Nilai kovarian... Readmore

Momen

Momen Momen dapat menggambarkan suatu objek dalam hal area, posisi, orientasi dan parameter terdefinisi lainnya. Persamaan dasar dari momen suatu objek didefinisikan sebagai berikut. dengan order dari momen adalah (i + j). x dan y menyatakan koordinat titik, sedangkan axy menyatakan intensitas titik. Momen ke-0 dan ke-1 Momen tingkat ke-0 dan ke-1 (zero- and first-order moments) didefinisikan sebagai berikut. Pada citra biner yang mana axy akan bernilai 0 atau 1, momen tingkat ke-0 (m00) adalah... Readmore

Keterbatasan Deteksi Tepi

Berikut ini adalah keterbatasan dari proses deteksi tepi: Tepian yang diekstraksi menggunakan metode klasik sering kali tidak menunjukkan batasan objek. Diberbagai citra berkualitas rendah, beberapa dari metode konvensional menghasilkan kesalahan dalam pendeteksi tepi. Teknik deteksi tepi tergantung dari informasi yang terkandung pada nilai ketetanggaan pixel citra. Sebagian besar dari teknik deteksi tepi tidak dapat menghasilkan informasi berdasarkan model yang terdapat pada citra. Dalam... Readmore

Algoritma Deteksi Tepi Canny

Deteksi Tepi Canny Deteksi tepi Canny dapat mendeteksi tepian yang sebenarnya dengan tingkat eror yang minimum dengan kata lain, operator Canny di desain untuk menghasilkan citra tepian yang optimal. Langkah-langkah Deteksi Tepi Canny Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan deteksi tepi Canny. Langkah I adalah Menghilangkan Noise yang ada pada citra dengan mengimplementasikan Filter Gaussian. Hasilnya citra akan tampak sedikit buram. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan tepian citra... Readmore

Deteksi Tepi Isotropik

Deteksi Isotropik Deteksi isotropik dibentuk dari matrik 3 x 3 pada bagian horizontal maupun bagian vertikal. Matriks tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut: Readmore

Operator Kirsch

Operator Kirsch Operator ini mirip dengan operator prewitt. Filter Kirsch dapat dipetakan ke delapan arah mata angin sehingga operator ini dapat menentukan gradient dari kedelapan arah tersebut. Operator Kirsch terbentuk dari matriks 3 x 3 seperti berikut ini. Readmore

Operator Prewitt

Operator Prewitt Operator Prewitt merupakan kebalikan dari Operator Sobel. Operator ini lebih sensitive terhadap tepian horizontal dan vertical dari pada tepian diagonal. Operator ini terbentuk dari matriks berukuran 3 x 3 seperti berikut ini: Contoh Penggunaan Operator Prewitt Contoh penggunaan Operator Prewitt dengan citra grayscale menggunakan nilai threshold 0.05: Citra Asal Operator Prewitt Horisontal Operator Prewitt Vertikal Readmore

Operator Sobel

Operator Sobel Operator Sobel lebih sensitive terhadap tepian diagonal dari pada tepian vertical dan horizontal. Operator ini terbentuk dari matriks berukuran 3 x 3 seperti berikut ini:   Sama halnya dengan Operator Robert, Operator Sobel juga dapat diterapkan secara terpisah untuk mendapatkan gradient horizontal dan gradient vertikalnya. Untuk mendapatkan gradient gabungan dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut: Atau dapat juga dihitung dengan: Contoh Penggunaan Operator... Readmore

Operator Robert

Operator Robert Operator Robert merupakan sebuah teknik deteksi tepi yang sederhana dan memiliki tingkat komputasi yang cepat. Pada umumnya operator ini digunakan untuk citra grayscale. Operator Robert dapat digambarkan dengan dua buah matriks berukuran 2 x 2 seperti berikut ini: Matriks di atas dapat merespon tepian maksimal hingga 450. Kedua matriks di atas dapat diterapkan pada citra secara terpisah, baik untuk mendapatkan tepian horizontal maupun tepian vertical. Kedua matriks ini juga... Readmore

First Order Derivative

Konsep Dasar Deteksi Tepi Teknik deteksi tepi telah banyak dikembangkan terutama yang berbasiskan dari turunan pertama (first order derivative), diantaranya Operator Robert, Operator Sobel, Operator Prewitt, Operator Krisch dan Operator Canny. Konsep dasar dari perhitungan deteksi tepi menggunakan turunan pertama adalah memanfaatkan perbedaan pixel antara pixel satu dengan pixel tetangganya, seperti persamaan berikut ini. Proses Konvolusi Citra Perhitungan di atas dapat disederhanakan dengan... Readmore