Penyusunan Team Proyek
- Seluruh kegiatan yang diperlukan diselesaikan dalam urutan dan waktu yang tepat (Time)
- Proyek selesai sesuai budget (Cost)
- Proyek memenuhi sasaran kualitas (Quality)
- Ruang lingkup pekerjaan proyek, meliputi tenaga kerja dan kebutuhan informasi bagi user sebagai batasan pekerjaan proyek (Scope)
1. Organisasi Ideal
model organisasi ini diungkapkan oleh Max Weber dengan karakteristik: adanya spesialisasi, tingkatan berjenjang, didasarkan prosedur kerja, terdapat hubungan yang bersifat impersonal dan promosi yang berdasarkan kompetensi2. Organisasi Efektif
model organisasi ini mempunyai karakteristik: dapat memahami tujuan proyek., mengetahui keberadaan orang-orang yang akan terlibat dalam proyek, mempublikasikan informasi mengenai tim proyek sedini mungkin, menentukan pendelegasian tugas dan wewenang serta mengelompokan anggota tim atas dasar fungsinya dalam proyek. Pada organisasi ini secara umum terdapat beberapa dasar penyusunan struktur organisasi, yakni berdasar produk, lokasi, proses, pelanggan dan waktu3. Organiasi Individu
model organisasi ini mempunyai karaklteristrik: proyek yang hanya membutuhkan seorang personel saja, biasanya pimpro merangkap sebagai fungsi-fungsi lain dalam proyek, organisasi hanya digunakan dalam proyek skala kecil4. Organisasi Fungsional
model organisasi ini merupakan sebagai bagian dari pengelolaan proyek yang dapat digambarkan sebagai berikut:Disamping itu penggunaan model organisasi fungsional ini mempunyai kelemahan, yaitu klien tidak menjadi perhatian utama dari aktivitas proyek, divisi fungsional cenderung berorientasi pada aktivitas-aktivitas khusus berdasar fungsinya, terkadang tidak ada individu yang diberi tanggung jawab penuh untuk mengelola proyek, motivasi orang yang ditugaskan ke proyek cenderung lemah, tidak memberikan pendekatan yang holistik terhadap proyek
5. Organisasi Poyek Murni
- Organisasi Proyek Murni, model dari organisasi ini mempunyai karakteristik bahwa proyek terpisah dari organisasi induk, proyek menjadi organisasi tersendiri untuk staf teknis tersendiri, administrasi proyek terpisah dari ikatan organisasi induk, mempunyai laporan tersendiri untuk kemajuan atau kegagalan secara periodik tentang proyek, pimpinan proyek dapat melakukan pembangunan sumber daya dari luar berupa sub kontraktor atau supplier selama sumberdaya yang ada tidak bersedia atau tidak dapat dikendalikan dalam organisasi.
Untuk kelemahan model organisasi proyek murni ini adalah jika organisasi induk mempunyai banyak proyek yang harus dikerjakan, biasanya setiap proyek akan mengusahakan sendiri sumberdaya, sehingga terjadi duplikasi usaha dan fasilitas, struktur ini akan menambah biaya yang cukup mahal bagi organisasi induk, karena biasanya akan berdiri sendiri dengan staf yang penuh, sering kali pimpinan proyek (pimpro) menumpuk sumberdaya secara berlebihan untuk mendapatkan dukungan teknis dan teknologi sewaktu-waktu diperlukan, bila proyek selesai akan terjadi masalah tentang bagaimana nasib pekerja proyek yang ada, ketidakkonsistenan prosedur bisa sering terjadi dengan memakai alasan "memenuhi permintaan klien"
6. Organisasi Matriks
model organisasi ini merupakan model organisasi proyek murni yang bergabung pada devisi fungsional dalam organisasi induk yaitu menggabungkan keunggulan model organisasi fungsional dengan model organisasi proyek murni, secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
- Frekuensi keberadaan proyek baru, artinya frekuensi dalam mendapatkan proyek dan frekuensi keterlibatan dengan aktivitas proyek.
- Jangka waktu proyek berlangsung dan besarnnya ukuran proyek yang mencakup tingkat pemakaian tenaga kerja, modal dan sumberdaya yang dibutuhkan.
- Kompleksitas hubungan, baik banyaknya bidang fungsional yang terlibat dalam proyek maupun hubungan ketergantungannya.
- Model organisasi matriks dan proyek murni lebih cocok untuk proyek berskala menengah sampai besar yang memiliki kompleksitas dan resiko yang tinggi serta batasan waktu yang ketat
- Model organisasi fungsional lebih cocok untuk proyek berskala relatif kecil yang memiliki resiko kecil dengan waktu yang fleksibel
Komentar 0