Ukuran Validitas Cluster
Sejak konsep himpunan fuzzy diperkenalkan oleh Zadeh pada tahun 1965, konsep fuzzy clustering banyak dikembangkan dan diterapkan. Dalam konsep fuzzy clustering, suatu data dapat menjadi anggota dari beberapa cluster sekaligus menurut derajat keanggotaannya (Wu dan Yang, 2005). Proses clustering dalam algoritma fuzzy clustering selalu mencari solusi terbaik untuk parameter yang telah didefinisikan. Namun solusi terbaik ini belum tentu dapat menentukan deskripsi terbaik dari struktur data. Dalam hal ini jumlah cluster yang ditentukan atau bentuk cluster mungkin tidak sesuai dengan data. Untuk menentukan jumlah cluster yang paling optimal dan dapat memvalidasi apakah partisi fuzzy yang diterapkan dalam proses clustering sesuai dengan data, digunakan indeks pengukuran validitas cluster (Balasko, ____).
Berikut ini adalah beberapa metode pengukuran validitas cluster yang umumnya digunakan untuk algoritma fuzzy clustering(Wu dan Yang, 2005):
Dimana:
c = jumlah cluster
N = jumlah data
μij = derajat keanggotaan data ke-j pada cluster ke-i
PC(c) = nilai indeks PC pada cluster ke-c
Nilai PC berada dalam batas.
Pada umumnya jumlah cluster yang paling optimal ditentukan dari nilai PC yang paling besar
Dimana:
c = jumlah cluster
MPC(c) = nilai indeks MPC pada cluster ke-c
Nilai MPC berada dalam batas 0 ≤ PC(c) ≤ 1. Pada umumnya jumlah cluster yang optimal ditentukan dari nilai MPC yang paling besar
Dimana:
c = jumlah cluster
N = jumlah data
μij = derajat keanggotaan data ke-j pada cluster ke-i
CE(c) = nilai indeks CE pada cluster ke-c
Nilai CE berada dalam batas 0 ≤ CE(c) ≤ log2c. Pada umumnya jumlah cluster yang optimal ditentukan dari nilai PE yang paling kecil
Komentar 0